kisah sukses inspirasi hidup

Mawaddah Dwi Kurniasih (11013065)

Fakultas Psikologi UAD

Kelas Kewirausahaan

 

KISAH SUKSES YANG MENJADI INSPIRASI HIDUP SAYA

Orang Sukses?

            Ada bermacam definisi sukses menurut beberapa ahli,seperti :

-          Dorothy Leeds

Kesuksesan adalah menukarkan pengetahuan dengan tindakan yang positif, kepemipinan yang disegani, baik dalam bisnis maupun dalam kehidupan sosial.

-          Dr. D.J Scwartz

Kesuksesan adalah banyak hal yang mengagumkan dan postif, sukses berarti kesejahteraan pribadi, punya rumah, bisa berlibur, bisa membeli barang baru, merasa aman secara financial (keuangan), bisa memberi kesempatan untuk maju kepada anak-anaknya. 

Definisi sukses diatas merupakan contoh dari dua kepala yang mengartikan kesuksesan diraih dalam bidang bisnis,sesuatu yang positif,kehidupan sosial,financial,dll.Namun itu dari kacamata orang “barat” yang menurut saya jarang mencantumkan unsur budaya dalam pemikirannya.Mungkin sebagian besar orang tidak pernah berfikir bahwa kesuksesan bisa didapatkan  dari membawa unsur budaya dalam setiap karya,seperti seorang laki-laki ini yang saya rasa sukses untuk “kegilaan” di setiap karya-karyanya.

      Ada yang pernah atau sering melihat program tvOne yang tayang pada hari selasa jam 19.30?Nah itu adalah Indonesia Lawyers Club,sebuah program talkshow mengangkat tema-tema yang lagi hangat dibicarakan seputar dunia politik.Dalam program tersebut,ada seseorang yang diundang untuk ikut menyoroti permasalahan politik dari sudut pandang seorang seniman dan untuk mendalang di acara tersebut.Siapakah dia?

Agus Hadi Sudjiwo

images

Lahir dJember,Jawa Timur pada 31 Agustus 1962 (umur 50 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo.Seorang budayawan Indonesia, yang sudah mendalang sejak usianya masih anak-anak.Dalam aksinya sebagai dalang, dia suka melanggar berbagai pakem seperti Rahwana dibuatnya jadi baik, Pandawa dibikinnya tidak selalu benar dan sebagainya.Ia seringkali menghindari pola hitam putih dalam pagelarannya.

Mahasiswa ITB toh…

            Mungkin terlintas di benak bahwa apa ada hubungan antara ilmu matematika dengan aktivitas melukis,membuat lagu,mendalang,menyutradara,pokoknya yang berbau kesenian?.Jika kita beranggapan bahwa ilmu matematika yang kita pelajari harus dijadikan sebagai prospek masa depan kita pun hanya sebatas hal-hal berbau hitungan,maka dia inilah orang yang tidak memiliki prospek semacam itu.

        Kuliah di jurusan Matematika (1980-1985) dan jurusan Teknik Sipil (1981-1988) Institut Teknologi Bandung,hasrat berkesenian Sujiwo mulai berkembang.Saat itu Sujiwo Tejo menjadi penyiar radio kampus,main teater,dan mendirikan Ludruk ITB bersama budayawan Nirwan Dewanto.Sujiwo Tejo juga menjabat Kepala Bidang Pedalangan pada Persatuan Seni Tari dan Karawitan Jawa di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1981-1983 dan pernah membuat hymne jurusan Teknik Sipil ITB pada Orientasi Studi tahun 1983.

PenyanyiAktor,Penulis,Pemusik,Dalang,Sutradara

           “Kolo mangsane,ni mas.Titi kolo mongso”,itu merupakan lirik lagu Sujiwo yang berjudul “Pada Suatu Ketika”.Dalam bidang musik,Tedjo dikenal sebagai penyanyi di tahun 1998 berkat lagu-lagunya di album Pada Suatu Ketika.Video klip dari lagu Pada Suatu Ketika pun mampu meraih penghargaan sebagai video klip terbaik pada Grand Final Video Musik Indonesia 1999,dan video klip lainnya merupakan nominator video klip terbaik untuk Grand Final Video Musik Indonesia tahun 2000.Dia juga sebagai komponis,arranger,dan player,adapun karya-karyanya didunia musik serta perjalanan karier bermusiknya:

2007    Album Presiden Yaiyo
2005    Album Syair Dunia Maya
1999    Album Pada Sebuah Ranjang
1998    Album Pada Suatu Ketika

(Video klipnya meraih penghargaan video klip terbaik pada Grand Final Video

Musik Indonesia1999, dan video klip lainnya merupakan nominator video klip

terbaik untuk Grand Final Video Musik Indonesia tahun 2000).

Lain-Lain:

1999    Menjadi nominator Most Wanted Male yang digelar MTV Asia.

1986 -1991 Mengisi acara Sastra Humor di Radio Sponsor of the literature of humor

in Continental FM Radio, Radio Estrelita Radio and Radio Ardan Radio di

Bandung

1983    Membuat hymne jurusan Teknik Sipil ITB pada Orientasi Studi, 1983
1983    Tinjuan kebudayaan di Iran sambil muter film Kafir
1983    Menata musik untuk berbagai pementasan teater di Bandung, seperti Studi

Teater Mahasiswa ITB dan Gelanggang Seni Sastra Teater dan Film Universitas

Padjadjaran, dekade 80-an

1979    Juara I dalam Festival Lagu Rakyat se Karesidenan Besuki di Bondowoso.
1978    Juara II dalam Festival Lagu Rakyat se-Karesidenan Besuki di Jember

                Dalam dunia perfilman pun Tedjo mencicipi dan ketagihan menjadi aktor sutrada,seperti yang tertulis di artikel berikut ini http://www.tnol.co.id/film-musik/3130-main-jambak-hati-hati-sujiwo-tejo-punya-penyakit-galak.html.Dia pernah menjadi aktor dalam film :

  • 2012    Sampai Ujung Dunia 
  • 2011    Tendangan dari Langit 
  • 2011    Semesta Mendukung 
  • 2010    Sang Pencerah 
  • 2009    Capres
  • 2008    Kawin Laris
  • 2008    Aborsi
  • 2006    Malam Jumat Kliwon
  • 2006    Kala
  • 2005    100 Persen Sari
  • 2005    Janji Joni
  • 2003    Sumanto
  • 2001    Kafir
  • 1996    Telegram

Tidak hanya sebagai aktor,dia juga telah menyutradarai beberapa film,seperti :

  • 2010    Bahwa Cinta Itu Ada
  • 2007    Dokumenter Empu Keris di Jalan Padang
  • 2006    Dokumenter Apank Sering Lupa
  • 2005    Dokumenter Kisah dari Mangarai

Sebagai pelaku seni,Tedjo juga menghasilkan karya dalam bidang lukis :

Tahun 2008:

  • Mei Pameran Tunggal ’Semar Nggambar Semar’, Jogja Gallery, Yogyakarta. (10 – 16 Mei)
  • Maret  Pameran Tunggal ’Super Semar Mesem’, Galeri Surabaya. (11 Maret)
  • Juni     Pameran Bersama di Galeri Rumah Jawa, Jakarta, (Juni)
  • Juli      Pameran Bersama di Café De La Rose, Jakarta (Juli)

Tahun 2007:

  • Pameran Tunggal ’Hitam Putih Semar Mesem’, Balai Kartini, Jakarta (1 November)
  • Pameran Tunggal bulanan di Viky Sianipar Music Center, Jakarta.

Dia juga merilis buku,artikel,puisi,karya sastra yang khas sekali dari “kegilaan” Jiwo,beberapa karyanya :

  • 2012    Ngawur Karena Benar (Penerbit Imania, Februari)
  • 2012    Jiwo J#ncuk (GagasMedia, Juni )
  • 2012    Lupa Endonesa (Bentang, September )
  • 2012    Republik Jancukers,(Kompas, Desember)
  • 2009 - sekarang : Kontributor tetap Kolom Mingguan, Wayang

                                       Durangpo, Jawa Pos

  • 2003    The Sax, Penerbit Eksotika Karmawibhangga Indonesia,

            Jakarta ISBN 9799714826

  • 2002    Dalang Edan,  Penerbit Aksara Karunia, Jakasampurna,

            Bekasi, Indonesia, ISBN 9799649641

  • 2001    Kelakar Madura buat Gus Dur, Penerbit Lotus, Yogyakarta,

            Indonesia

  • 1980    Menulis puisi dan cerita pendek untuk berbagai majalah

            hiburan, seperti Gadis and Anita pada penghujung

  • 1985 - sekarang : Menulis laporan-laporan pertunjukan musik,

            teater, tari dan pameran seni rupa, artikel-artikel  di Koran.

           Tedjo merupakan anak dari seorang dalang wayang dikampungnya,dan ternyata bakat sang ayah turun padanya,ini merupakan perjalanan kariernya dalam berwayang :

  • 2004   Mendalang keliling Yunani
  • 1999    Menggelar wayang acapella dengan lakon “Pembakaran  

           Shinta” di Pekan Budaya VIII Universitas Parahyangan

           Bandung dan Pusat Kebudayaan Perancis Jakarta

  • 1999    Membentuk Jaringan Dalang, bersama para dalang alternatif
  • 1994   Menyelesaikan 13 episode Ramayana di Televisi Pendidikan

           Indonesia.

  • 1994    Mendalang wayang kulit sejak anak-anak dan mulai

                    mencipta sendiri lakon-lakon wayang kulit sebagai awal

                   rofesinya di dunia wayang dengan judul: Semar Mesem

Aksinya di panggung teater pun memang benar  “gila” :

  • 2009    Dongeng Cinta Kontemporer II – Sujiwo Tejo “Kasmaran Tak

            Bertanda” (Sutradara, aktor, dalang), Gedung Kesenian

                                           Jakarta, (13 – 14 November)

  • 2009    Pagelaran Loedroek tamatan ITB ”MARCAPRES

            (Sutradara dan Pemain), Gedung Kesenian Jakarta (28 Juni)

  • 2009    Dongeng Cinta Kontemporer I – Sujiwo Tejo “Sastrajendra

           Hayuningrat Panguwating Diyu” (Sutradara, aktor, dalang),

                                          Gedung Kesenian Jakarta (28 – 29 Mei)

  • 2008   Pementasan Pengakuan Rahwana (Sutradara, aktor,

           dalang), Gedung Kesenian Jakarta (6 Desember)

  • 2008    Pementasan ludruk dengan lakon “Déjà vu De Java” di

            Auditorium Sasana Budaya Ganesa, (30 November )

  • 2007     Pentas Semar Mesem, Gedung Kesenian Jakarta, 2007.
  • 2006     Freaking Crazy You (sutradara) Gedung Kesenian Jakarta,2006.
  • 2005    Battle of Love (Sutradara), Gedung Kesenian Jakarta, 2005.
  • 2006      Pentas Kolosal Pangeran Pollux  (Sutradara), JHCC, 2006.
  • 2005     Pentas Kolosal Pangeran Katak (Sutradara), JHCC, 2005.
  • 1999    “Laki-laki”, Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Utan Kayu,

            1999; kolaborasi dengan koreografer Rusdy Rukmarata.

  • 1989    “Belok Kiri Jalan Terus”, Gedung Kesenian Rumentang  Siang Bandung, 1989; untuk mas kawin pernikahannya

Artikel

Salah satu artikel yang saya sangat suka yaitu :

Sujiwo Tejo : Janga Marah Kalau Tuhanmu Dihina

Tarian Glipang asal Jawa Timur usai dipentaskan. Cahaya ruangan semakin gelap. Penonton segera berkerubung, bertepuk riuh ketika MC mempersilahkan Sujiwo Tejo naik ke atas panggung.Saya duduk tak bergerak di barisan kursi paling depan. Menatap lurus ke arah panggung tempat “Si Mbah Jancuk” tampil di antara nyanyian sinden mendayu-dayu, musik gamelan, dan sosok gagah para wayang.

 “Ulama dan penguasa itu harus pisah, tempatnya sendiri-sendiri,” nasehat Arjuna kepada Hanoman.Itu adalah pembukaan pertunjukan yang menyodorkan obrolan seputar keinginan tokoh Hanoman untuk keluar dari lingkungan istana. Dia ingin meneruskan pendidikannya, dan karena itu harus menerima cemoohan dari lingkungannya.  Menurut kalangan istana, ia lebih pantas mengabdi pada kekuasaan. Sujiwo Tejo lebih banyak melakukan dialog wayangnya dalam bahasa Indonesia.

Tak lama kemudian, cerita mengalir jauh ke mana-mana, saling sambut sesuai arahan sang dalang yang berkali-kali menyinggung persoalan di Indonesia saat itu. Dari semua penuturan, salah satu dialog hebat menyentak saya. Tentang dialog Hanoman dengan Tuhan.”Hanoman, kamu percaya Aku Maha Kuasa. Kenapa Aku yang dihina, kok, kamu yang marah? Seolah-olah kamu lebih berkuasa!”

Satu detik, dua, tiga, saya belum memastikan kalau diri saya sudah memahami maksud dialog arahan “Presiden Jancukers” itu. Usai pertunjukan, buru-buru saya bergegas menghampirinya ke lantai dua ruang kuliah Universitas Prasetya Mulya, Serpong.“Sebenernya kita jangan marah kalau Tuhan kita dihina. Yang terjadi sekarang ini kan begitu, orang marah kalau Tuhannya dihina. Seolah-olah dirinya lebih berkuasa daripada Tuhan. Seharusnya kita baru marah kalau kita dilarang menjalankan ibadah kita,” jelas Mbah Tejo. Singkat, ia kemudian pergi untuk satu urusan lagi.

Belakangan saya tahu, Tuhan tak mungkin sama dengan bendera negara yang jika dihina, menyulut kemarahan kita. Dia penguasa Yang Maha Sempurna dan tak butuh kita sebagai pembelanya.

(Sumber : http://www.readingbiograph.com/2012/03/sujiwo-tejo-jangan-marah-kalau-tuhanmu-dihina/)

            Jika ingin tau lebih banyak lagi artikel tentang Sujiwo Tedjo,bias dilihat disni :

Jika kita ingin melihat keseharian sujiwo dalam dunia maya,dapat juga memfollow twitternya @sudjiwotedjo,atau di http://sujiwotejo.com/ .Banyak pembahasan mengenai hal-hal yang diluar akal sehat yang dibahas oleh sujiwo tejo di akun twitternya dan jika kita merasa paling suci didunia ini maka kita akan meng-unfollow beliau.Saya rasa sekian untuk kisah hidup Sujiwo Tejo yang saya anggap sukses dan menjadi inspirasi hidup saya.

Uraian mengapa saya memilih kisah Sujiwo Tejo dan pelajaran yang dapat saya ambil dari kisah beliau.

            Ribuan kata yang saya tulis dan beberapa sumber dari om google diatas itu adalah sebuah media yang saya lakukan untuk memperkenalkan Si Mbah Jancuk ini kepada pembaca.Perjalanan hidupnya yang tak bisa dilepaskan dari berkesenian sungguh membuat saya kagum akan jiwa sejati sebagai seorang pelaku seni.Rasa ketidak puasaan dalam menghasilkan karya itu yang seharusnya kita contoh.Beliau adalah seorang sarjana matematika dari ITB yang setelah lulus malah tidak berkecimpung dalam dunia hitung-hitungan.Dari situ saja saya sudah kagum,karena hubungan antara lulusan matematika dan aktifitas beliau sekarang yang jauh dari kata sinkron.Namun ini adalah refrensi untuk saya,mengapa saya bisa katakan sebagai refrensi?.Ilmu itu tak terkira,Tuhan menebar ilmu di seluruh jagat raya ini agar manusia terus mencari dan belajar.Yang membuat saya “tertampar” disini yaitu ilmu yang saya sedang pelajari dibangku kuliah seharusnya murni dalam diri saya hanya untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan.Jika saya terus menuntut ilmu maka saya tidak akan mendapatkan apa-apa,karena ilmu tidak bisa dituntut melainkan ilmu hanya bisa memberi pengetahuan-pengetahuan bagi orang yang selalu mencarinya.Mengenai jadi apakah saya kelak itu tergantung usaha saya apa untuk mendapatkan materi,kepuasan tersendiri dll.Ya Rabbku aku mohon ampun dan selalu lindungilah aku dari gemerlapnya dunia,lindungilah dari pemikiran-pemikiran yang membuat aku selalu menuntut kepada anugrah-Mu supaya hanya bisa cepat lulus,mendapat gelar lalu setelah itu cepat dapat kerja sedangkan aku ini hanya manusia yang belum mengerti kerasnya dunia nyata,kehidupan bermasyarakat.Maka dari itu Al Mudzil (Yang Maha Menghinakan),aku ini hanyalah makhluk hina yang terus mencari keikhlasan dalam menerima ilmu-Mu.Dari riwayat pendidikannya dapat menyadarkan saya bahwa seharusnya yang kita lakukan itu ialah totalitas dalam mencari ilmu,karena masa depan kita tidak ada yang tahu,Jika kita menerima ilmu dengan ikhlas maka kebaikan-kebaikan itu akan datang.

            Saya adalah pelaku seni yang mencari ilmu kesenian di teater kampus,ada beberapa karya sujiwo yang teater saya bawakan seperti puisinya.Ada sebuah tweet di twitter tedjo yang sangat saya sukai “Berkaryalah dgn jujur dan “kamu banget”. Maka kamu akan menyenangkan Tuhanmu. Mungkin kamu tak dpt duit dari karyamu, tp dari lain2mu”.(DonPetruk Corleoncuk,@sudjiwotedjo),dari kalimat itu saja sudah “gila bener” kok itu.Saya merasa bahwa berkesenian itu tidak bisa jauh dari konsep hablumminallah,karena tidak hanya banyak cara menuju roma melainkan banyak cara untuk menyenangkan Tuhan,mensyukuri nikmatNya Al Waajid (Yang Maha Penemu) yaitu salah satunya dengan berkarya.Berkarya bisa dengan apa saja,berkarya itu merupakan mengaplikasikan anugrah dari An Nafii` (Yang Maha Memberi Manfaat).Seni itu indah ,karena Tuhan juga Berkesenian.Dia melukis alam jagat raya ini dengan detail dan indahNya,memberikan warna-warna yang menambah keindahan,Dia menulis puisi-puisi yang indah dalam bentuk firmanNya,serta menyutradarai kehidupan ini dengan memberikan peran kepada KekasihNya Baginda Rasulullah SAW sebagai syahid (pembawa berita gembira dan pemberi peringatan)  (QS Al-Fath [48]: 8).Subhanallah,mari kita semua selalu bersyukur.

            Mengenai musik yang dirilis oleh Tedjo sangatlah memiliki makna yang dalam meski saya tidak tahu apa artinya karena menggunakan bahasa jawa tetapi saya mencoba bertanya kepada orang yang mengerti,tidak hanya secara arti namun makna juga.Lagu favorit saya itu ada Ole Olang Wanita,Pada Suatu Ketika,dan Anyaman-Nyaman,tapi lagu yang lain juga apik banget.

            Beliau adalah seorang budayawan yang selalu membawa ciri khas dari budaya tempat dia berasal kemanapun dia berpijak dan berkarya.Tetap berusaha untuk memperkenalkan budaya nusantara ke penjuru dunia bahwa Indonesia itu kaya,kuat dan kokoh hanya saja masyarakatnya kurang sadar dan peka dengan kekayaan itu.Maka dari itu mari kita tetap melestarikan dan menjaga kebudayaan daerah masing-masing,jika semua penduduk Indonesia melakukan itu saya yakin Indonesia tidak akan terjajah oleh modernisasi.

            Saya banyak tahu dan sering ketawa kalau melihat tweet dan mentionan yang pasti interaksi sosialnya di dunia maya.Pernah sekali ketika saya membalas tweetnya mungkin dianggap aneh langsung di Retweet oleh mbah tedjo.Saya sangat menyarankan untuk menonton video mbah tedjo yang jancuk karena kita dapat mengerti arti kata jancuk itu tidak hanyalah sebuah makian semata.hahahhaaa.

            Jadi dapat saya simpulkan bahwa,mbah tedjo ini pemikirannya saya jadikan sebagai refrensi dan inspirasi.Dari beliau saya lebih mau berfikir dan mencari sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya hiraukan,dari beliau juga berani ngawur karena benar.Mari kita jangan pernah sungkan untuk menyenangkan Tuhan dengan melestarikan budaya,karena budaya itu adalah anugrah.Jika kita menularkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya kepada sesama,berarti itu sama saja dengan berbagi anugrah kepada sesama makhluk ciptaanNya.

Saya tidak tahu apa  dan dimana itu kesuksesan,tetapi yang saya tahu itu bagaimana cara dan usaha saya untuk menjadi sukses.(Mawaddah Dwi.K)

2 thoughts on “kisah sukses inspirasi hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s