Penawar

Aku tak kuat lagi merawat waktu yang teramat lamat berjalan menjelang tamat

Sampai-sampai waktu pun memacu untuk berlalu

Semakin lama telapak angin mengipas aroma kubur

Membuatku lelah pada hela nafasku sendiri

 

Namun fajar akhirnya datang membawa penawar

Bersama pelangi yang melengkung dibibir meganya

Dia tawarkan sepasang tangan yang memberikan kehangatan

Dan mengajak bersandar pada syair Tuhan

 

Kini aku kuat merawat waktu yang teramat lamat berjalan menjelang tamat

Bersama pelangi yang melengkung dibibirmu

Bersama sepasang tangan yang memberikan kehangatan

Bersama sandaran pada syair Tuhan

 

Sekarang waktunya aku kembali tidur untuk menyambung mimpi lamaku

Biarlah penyesalan terbawa angin musim baru

Musim hujan yang basahi keringnya harapan

Karena kelak akan muncul pelangi dilengkung bibirku

 

Yogyakarta,Desember 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s