AKU

AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

 Puisi diatas sangatlah berkarakter,menyajikan bermacam-macam makna dan penuh dengan semangat perjuangan pada masa itu,tapi itu bukanlah hasil dari tulisan tanganku melainkan karya abadi dari Charil Anwar.Mengapa aku buka cerita ini dengan sebuah puisi?,sebelum aku jawab maka lebih baik untuk membiarkan cerita ini mengalir pada alurnya.

“Kebaikan selalu menyertaimu,Abah,Mama,Abang,Uwi dan Aji”,

 Seorang lelaki keturunan Banjarmasin dan Cina mempersunting seorang wanita keturunan NTT,Bugis,Jawa pada tahun 1990di kota Pontianak,Kalimantan Barat.Dua tahun setelah pernikahan itu tepatnya 17 Desember 1992,karunia Tuhan datang untuk memberi warna keluarga Budi Iriansyah dan Siti Aminah yang selalu diberkahi Allah yaitu seorang anak laki-laki Adibrata Iriansyah (ata).Kebahagian tiada henti-hentinya karena kehadiran anak kedua semakin meramaikan keluarga kecil itu.Mawaddah Dwi Kurniasih (uwi) yang berarti Anak Kedua yang Dikaruniai Kasih Sayang menghirup udara pertama kalinya pada 22 Maret 1994.

 ”Dua Anak Cukup!”,semboyan itu mungkin melekat pada hidup ibuku yang bekerja sebagai pegawai negeri di BKKBN namun mamaku mengandung anak ketiganya ketika aku dan abangku duduk dibangku taman kanak-kanak (TK),Subhanallah nikmat Allah yang tak ada satu makhluk pun bisa mencegahNya.Masih tersimpan diingatanku kala itu abah dan mama bekerja untuk menghidupi kami,maka aku dan abang sepulang TK dititpkan dipenitipan sebelah TK.TK YKIA II,itu adalah tempat aku dan abang menghabiskan waktu kami untuk belajar dan bermain.Abang di Nol Besar lalu aku di Nol Kecil.

217821_452421068113737_262942103_n

(Keluarga Kecil Kami,2005)

  Sasa,iya sasa kalau tidak salah namanya sasa teman TK yang sering aku ajak berkelahi di TK.Mungkin karena aku selalu dekat dengan abangku maka itu membuat aku menjadi anak yang tomboy dan suka berantem maklum kami bersaudara sangatlah nakal dan suka berkelahi.Pernah abangku jatuh tersungkur ketika bermain bersama teman-temannya di TK sehingga membuat abah harus mengeluarkan uang demi jahitan di dagunya.

6 November 1998 adik laki-lakiku lahir normal dan Alhamdulillah selalu dalam lindungan Allah.Kelahiran Muhammad Fahrurrozi Iriansyah (aji) membuat aku bukanlah anak bungsu lagi,pikiran bahwa aku tidak anak dimanja dan disayang sempat bersarang di pikiran anak berumur 4 tahun itu.Maka dari itu keluarga kami menentang semboyan KB “dua anak cukup!” dengan “tiga anak mantap!”.Mumpung pembahasannya lagi di tahun 98 nah lihat dulu anak abah yang sering dipanggil amoy waktu kecil ini,tapi maaf potonya sudah rusak.

64877_521967821159061_757517536_n

(Pontianak,1998)

Jika Louis Armstrong takjub dengan karunia Tuhan lalu menyampaikannya melalui lagu yang berjudul “What A Wonderful World”,maka aku yang belum bisa menafkahi diriku sendiri ini hanya bisa berdoa “Sayangku,Ya Rabb Maha Pemberi Manfaat,hanya padaMu aku kembali.Terima Kasih atas semua nikmat yang Engkau limpahkan maka aku yang hina ini berdoa padaMu semoga kebaikan selalu menyertai,Abah,Mama,Abang,Uwi dan Aji,aamiin aamiin aamiin”.

3x Pindah SD?

Melanjutkan studi kejenjang lebih tinggi mengharuskan aku berkelana disekolah dasar SDN 03 Pontianak.Kalau tidak salah aku masuk dikelas B,itu tahun 1999.Lalu bagaimana dengan nasib abang?Apakah kami satu sekolahan lagi?Ternyata tidak,abang masuk SD waktu aku naik ke Nol Besar.Dia masuk ke Madrasah Ibtidaiyah Bawamai Pontianak.Meskipun tidak bersama abang tetapi aku tetap bisa bermain dan nakal bersama anak-anak lainnya.

Ada satu cerita yang mama sering ceritakan ke aku,ketika aku masih kelas 1 SD aku pernah menjawab perkataan ibu guru ke aku sehingga membuat guru itu mengadu ke tanteku yang menjadi pengajar juga di SDN 03.”Uwi,kenapa tak belajar?” kata guru itu,dan aku langsung menjawab “Ndak ah,wi udah belajar tuh kemarin”.Entahlah apa perasaan guru itu tapi namanya juga anak-anak,kejadian menggelikan itu membuat aku tertawa sambil mengenangnya,hahahhaa.

Kenaikkan kelas dua aku rasakan di sekolah yang abang tempati,ya di Madrasah Ibtidaiyah Bawamai bersama kedua sepupu laki-lakiku yang dari awal sudah mencicipi bangku kelas satu disana.Ada dua tanteku yang menjadi guru disana,salah satunya ibu dari sepupuku itu.Kelas tiga dan empat memulai belajar disekolahan pada pukul 13.00 dan itu membuat aku dan abang dititpkan dirumah omah bersama sepupu-sepupuku yang bernasib sama seperti kami yaitu kedua orang tuanya bekerja.Dan itu membuat aku menjadi semakin tomboy karena pagi diantar abah ke rumah omah lalu kami bermain guli (kelereng) lalu main sepak bola ya permainan yang bocah laki-laki yang lebih dominan.

Tidak terasa aku akan naik kekelas enam,namun menjelang kenaikkanku itu aku dan keluarga diharuskan mengisi liburan anak sekolahan dengan aktifitas lainnya yaitu memasukkan barang-barang kami kedalam kardus.Kepindahan kami sekeluarga mengharuskan aku dan abang pindah sekolah karena abah dipindah tugaskan ke kota Bandar Lampung.Dan tahun 2004 adalah pertama kalinya aku naik pesawat lalu mengantarkan kami kepulau sumatera.

SDN 2 Teladan Rawa Laut menyediakan bangku untuk UN SDku.Hanya setahun aku merasakan SD disana tapi tiga kali menyicip bangku dari tiga sekolah yang berbeda kuanggap sebagai pengalaman unik karena belum tentu orang lain bisa merasakannya.Masya Allah sungguh indahnya bermain bersama dengan anak-anak dari dua pulau yang berbeda.

“A,I,U,E,O”

Bingung mau masuk SMP apa dengan nilai pas-pasan tidak membuat aku berkecil hati karena Rabbku telah memilihkan tempat yang terbaik.SMPN 16 Bandar Lampung menjadi langkah awal untuk mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah pertama.Kelas VII D waktu itu,dan aku menjadi seorang wakil ketua kelas.Mungkin aku dipilih karena aku satu-satunya anak cewek yang mencalonkan diri menjadi ketua kelas.

Namaku Mawaddah Dwi Kurniasih,ketika SMP banyak yang memanggil sesuka hati teman-temanku.Kadang dipanggil “Mawaddah”,bisa “Makdawah”,adapun “Makwadah”,lalu “Maw Maw”,atau “Maw”,juga “Mak” dan “Uwi”. Ekstrakurikuler yang ku ambil ialah Teater,tetapi dikalangan anak ingusan SMP lebih dikenal dengan drama.Dari situ aku belajar berkesenian,lalu ada olah tubuh yang dapat membuat kita lebih mengenal tubuh kita sendiri,ada juga olah vocal (A,I,U,E,O) yang membuat suara menjadi lebih bulat dan ada olah rasa yang mengasah imajinasi kita dalam berperan.

Rasa keingintahuanku membuat aku ingin mendalami dunia seni.Pernah aku mencoba membaca puisi dan dipilih oleh guru Pembina teaterku untuk ikut bersama kelompok musikalisasi puisi yang akan mengikuti lomba peringatan hari bahasa di UBL (Universitas Bandar Lampung).Aku dan kakak kelasku yang ikut drama juga bertugas membaca pusisi.”Siapakah engkau yang datang mengganggu dalam tidurku?”,kalimat dalam puisi itu ialah bagian dari puisi yang kubacakan.Alhamdulillah kami mendapatkan juara satu,perlombaan yang membuat kami bersaing dengan orang umum.

Aku bukanlah orang yang pintar diakademik namun itu tidak membuatku frustasi meski nilai rapotku tidaklah terlalu bagus.Mendalami apa yang aku suka membuat aku menjadi orang yang pemilih dan mudah menyerah.Dengan hati yang ikhlas aku latihan drama,berpuisi karena itu hal-hal yang membuat aku senang,sedangkan malas,benci dan tidak berusaha dalam pelajaran matematika,fisika,ah pokoknya berbau hitung-hitungan membuatku mudah menyerah dan mendapatkan nilai yang tidak cukup baik dalam raport.

Perjalananku di SMP memberi banyak masukan dalam pembentukan karakter sebagai seorang pemimpin.Kelas VII aku dipilih sebagai wakil ketua kelas dan di drama ditunjuk sebagai ketua teater kelas VII.Ketua teater masih kujabat tapi untuk kelas VIII karena aku naik kelas dan kelas IX aku kembali menjadi wakil ketua kelas namun menjadi anggota saja di teater.Singkat cerita aku lulus dari SMPN 16 B.Lampung tahun 2008 dan saat itu sedang mencari pelabuhan baru (SMA).

Sempat Tertutup Namun Kembali Bangkit

 Kegelisahan sempat aku rasakan menjelang pendaftaran masuk SMA karena abah dipindah tugaskan kembali ke kota lahirku Pontianak.Sempat kami diambang kebingungan waktu kepindahan yang membuat kami sudah mengepak barang namun harus dibongkar lagi karena ketidakpastian.Rahmat Allah sungguh asyik karena aku diterima masuk SMAN 1 B.Lampung.

Banyak pengalaman singkat aku rasakan selama disana.Solidaritas,pembentukkan mental,dan membangun rasa cinta terhadap almamater SMANSA (SMA Negeri Satu) masih bisa kucium aromanya sampai sekarang.Namun masa indah itu hanya sebulan saja bisa kurasakan karena kami harus kembali pindah ke Pontianak.Diiringi isak tangis dan senyuman teman-teman SMANSA menghantarkan kepergianku.Masih tertancap diingatan,17 Agustus 2008 adalah hari kemerdekaan yang diperingati oleh seluruh siswa di Indonesia tapi tidak dengan aku yang menyebrangi selat sunda mengendarai mobil bersama keluarga lalu selat malaka terbang bersama burung berparu besi hingga sampai di Kota Pontianak.

Selama dua minggu aku menganggur karena masih menunggu proses perpindahanku ke sekolah baru membuat ku menjadi “down”.Pikiran-pikiran menyalahkan abah dan ketidakikhlasanku melepaskan dunia SMANSA makin memperparah sifat pendendamku.Melihat keadaan rumah yang berantakan dipenuhi barang dan kotak membuat situasi hati tidak begitu baik.Pemarah,sifat itu merajalela dalam diriku yang berkembang biak hingga sekarang.Marah dengan hal-hal yang tidak sesuai keinginan membuatku sering dibilang kekanak-kanakan dan sampai sekarang belum bisa kukontrol dengan baik dan aku rasa sifat jelek itu diasah karena kejadian ini.

“Rok SMA kok kayak rok SD gitu lipit-lipit” kataku ke mama,”Ya disini emang gitu roknya,udah pakai aja” jawab mama.Aku sudah mulai bersekolah di SMAN 8 Pontianak.Tatapan anak-anak satu sekolah melihat ku memakai rok span pada hari pertama itu membuatku menjadi anak yang tidak PD.Seiring berjalannya waktu akhirnya aku mendpat seragam sekolah yang sesuai dengan seragam di Pontianak yaitu rok lipit-lipt seperti rok anak SD.

Kembali memakai bahasa melayu pun membuatku menjadi agak aneh karena belum terbiasa juga semenjak pindah meski dilampung percakapan dirumah dibiasakan dengan bahasa melayu.Menjadi anak yang pendiam sangatlah beda dengan diriku semasa di lampung dulu.Kegitanku hanyalah sekolah,pulang,baca komik,makan,lalu tidur membuat badanku semakin bengkak/kegemukan.Namun prestasi dalam akademisi ku mengingkat karena hal-hal yang menyenangkan tidak kutemui sehingga harus berkutat dengan fisika,kima,ekonomi,matematika dll.

Tetapi kelas X semester II mendukung aku untuk membuka hati,fikiran,dan perasaan untuk menikmati masa SMA.Lingkungan yang mulai membaik,teman-teman yang semakin dekat,keadaan rumah yang lebih tertata membuatku menghilangkan perasaan lelah akan waktu secara perlahan.Teman-teman sering main kerumah,aku juga sering main kerumah mereka,mengikuti ekstrakulikuler tetapi tidak di teater karena ada masalah yang tidak bisa aku sampaikan disini.

548546_2806865825525_638142960_n

(Osis-MPK SMAN 8 Pontianak Periode 2009/2010)

XI IPA-1 mempercayakan aku mengisi kelasnya selama setahun bersama teman-teman yang baru.Kepercayaan diriku mulai meningkat dengan aku yang terpilih menjadi bendahara MPK saat itu.Sungguh indah bisa menikmati semuanya,lalu terlintas apakah aku akan sebahagia ini jika masih di SMANSA? Dan aku mendapatkan jawabannya yaitu dengan bersyukur dan ikhlas.Tetapi kebencianku terhadap hal-hal yang tidak aku sukai semakin bertambah contohnya pada Matematika yang menghasilkan nilai 6 dirapotku meski nilai 8 pada pada Bahasa Inggris tidak juga membantuku terlepas dari omelan mama dan abah.

603527_452416051447572_1594653615_n

( Poto bersama wali kelas XII IPA-1,Pak Nurhasanudin)

Paket A,B,C,D,E adalah paket UN yang harus aku hadapi pada April 2011 karena aku menginjak kelas XII.Kebencianku akan matematika,fisika dan kimia semakin menjadi-jadi dengan tambahan waktu belajar diluar sekolah agar lulus UN.Aku mengikuti les tambahan terkemuka pada malam hari dari pukul 19.00-20.30.Sangatlah menyebalkan sehingga emosi yang tidak terkontrol sering aku limpahkan pada dunia maya,Facebook.Mungkin di cerita ini aku lebih banyak membahas sisi negatif dari diriku ya tetapi ada yang positif tetapi akan lebih baik jika orang yang menilainya.

305612_382063645149480_1782402876_n

(poto ini diambil pada hari terkahir UN dan saat itu hujan turun lalu kami bermain untuk melepaskan stress melalui rintikan hujan)

 250564_212269348795578_3952149_n

(setelah pengumuman kelulusan kami mengabadikan moment itu)

 Tuhanku asyik banget,memberi berkah tanpa aku harus perlu stress berkepanjangan karena aku tamat sekolah dengan nilai yang Alhamdulillah.2011 sudah waktunya bagi aku merantau lagi tapi kali ini ke pulau jawa menemani abangku yang makan diangkringan sedari setahun yang lalu.Dia berkelana di UMY Hubungan Internasional.Mungkin aku tak bisa jauh dari sosok abang,aku yakin bahwa Maha Segalanya menakdirkan abang untuk menemaniku mencari ilmu di dunia pendidikan meski tak harus seatap.

246670_456270374395473_1103432127_n                                                                                                                         (Bang Ata)

 

Dunia baru sebagai mahasiswa sangatlah seru,aku kembali pada dunia berkesenian dan singgah dalam organisasi teater kampus yaitu Teater Roeang 28.Menulis,berpuisi,menari,berakting,dll aku pelajari disini.Meski aku menjelajah di Psikologi tetapi aku sangat menyukai sastra,disana kau bisa menulis semauku,menumpahkan emosi hingga menjadi sebuah karya.Ini ada sebuah karyaku yang sebenarnya masih belum pantas untuk diperlihatkan tetapi biarlah aku berbagi sedikit tulisan tanganku :


Penawar

Aku tak kuat lagi merawat waktu yang teramat lamat berjalan menjelang tamat

Sampai-sampai waktu pun memacu untuk berlalu

Semakin lama telapak angin mengipas aroma kubur

Membuatku lelah pada hela nafasku sendiri

 

Namun fajar akhirnya datang membawa penawar

bersama pelangi yang melengkung dibibir meganya

Dia tawarkan sepasang tangan yang memberikan kehangatan

Dan mengajak bersandar pada syair tuhan

 

Kini aku kuat merawat waktu yang teramat lamat berjalan menjelang tamat

Bersama pelangi yang melengkung dibibirmu

Bersama sepasang tangan yang memberikan kehangatan

Bersama sandaran pada syair Tuhan

 

Sekarang waktunya aku kembali tidur untuk menyambung mimpi lamaku

Biarlah penyesalan terbawa angin musim baru

Musim hujan yang basahi keringnya harapan

Karena kelak akan muncul pelangi dilengkung bibirku

(Yogyakarta,2012)

 427229_341986835823828_1779131528_n

(Membaca puisi ketika peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011,diparkiran tengah kampus 1 UAD)

img_4d259.jpg

(Pementasan Earth Hour,23 Maret 2013)


Selain dunia sastra aku juga sangatlah mencintai kuliner serta suka memasak,dari SMP aku sudah bisa memasak.Aku bisa memasak tumis,berkuah,goring dan masakan kesukaanku yang pedas.Dulu ketika SMA aku juga pernah menjual kue bikinan mama dan aku yaitu brownis kukus.Memasak itu asyik karena aku suka berinovasi,mencoba menambahkan hiasa baru,rasa baru,bentuk baru pada makanan buatanku.Sering teman-teman main kerumah untuk makan karena senang dengan masakanku,nasi goring terutama.Aku juga suka memanfaatkan bahan-bahan,seperti ketika kelas XII melakukan praktikum bioteknologi membuat tempe.Setelah tempe jadi aku membawa pulang tempe kelas kami lalu memasaknya hingga jadilah tempe cabe hijau.Besoknya ku suruh teman-teman membawa bekal dari rumah agar bisa makan bersama tempe olahan yang bahan bakunya tempe buatan mereka.

547344_452400381449139_1229062112_n293307_452400848115759_1667423294_n

(Makan bersama teman-teman dengan tempe cabe hijau yang kumasak dari rumah)

Alhamdulillah aku sampai juga diujung cerita ini,tapi tidak diujung cerita hidupku.Tidak harus semua kisah hidup ku ceritakan tapi aku berharap maksud dan deskripsi diriku dapat diwakilkan melalui cerita dan pengalaman hidupku ini.Mengapa aku perlu mencantumkan kisah hidupku?karena aku merasa itu perlu,karena kisah hidupku itu yang menggambarkan diriku,mendeskripsikan diriku,karena diriku terlahir dari pengalaman-pengalamanku sendiri.Semua sifat dan kepribadian yang aku miliki tentulah tidak sempurna karena aku ini hanyalah seorang mamalia yang mencari illmu didunia milik Sang Kuasa.

Semoga apa yang aku lakukan dalam hidup ini dapat bermanfaat bagi orang lain,semoga sesuatu yang buruk dalam diriku dapat diberi kebaikan oleh Sayangku Maha Pemaaf dan semoga kita semua menjadi makhluk yang seutuhnya mendapat ridhoNya.Terima kasih untuk Rabbku,terima kasih mama,abah,abang dan aji,terima kasih untuk seluruh kawanku dan terima kasih untuk pengajar yang member kesempatan aku untuk menulis sesuka hatiku sejauh dalam lingkup tugas kewirausahaan ini.Tadi diatas kubuka dengan sebuah puisi dari chairil anwar maka kututup cerita ini dengang sebuah puisi penutup dari Ari Jatmiko.

Puisi Bisu

Aku duduk termenung sendirian
Bulan di atas kepalaku, agak condong dan tersenyum
Pepohonan berdiri tegak mengelilingi
Berjajar satu-satu menjadi puisi indah yg bisu

Aku termenung sendirian
Mengingat-ingat
Berpotong-potong rindu yg tak pernah sampai
Padamu

Aku termenung sendirian
Menertawakan kisah lakuku yg lalu-lalu
Seperti bulan menertawakan malam, gelap dan sepi
Ditinggal mentari

Aku sendiri bersama bulan
Aku sepi bersama pepohonan

Aku merasa seperti rerumputan
Yang tumbuh, dihiraukan lalu mati

Aku kembali termenung
Lalu tersenyum
Kepada pepohonan, kepada bulan, kepada rerumputan aku titipkan pesan
Tentang janji kepada Tuhan

Aku ingin seperti mereka, setia…
Dalam diam dalam sepi
Dalam dingin dan keterasingan
Menjalani takdir diri untuk apa diciptakan

Diam
Sepi
Dingin
Terasing

Setia
Kepada Tuhan

(salatiga,2012)

Mawaddah Dwi Kurniasih

11013065

Kewirausahaan (Tugas Deskripsi Diri)

Fakultas Psikologi UAD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s