Bekas? Bisa Jadi Baru~

Bekas

Pemanfaatan suatu barang bekas lalu dikreasikan hingga menjadi suatu hal yang inovatif bahkan mampu menghasilkan karya yang dapat dipergunakan meski sekecil apapun itu selama bermanfaat saya rasa lebih unik dari pada mendapatkan barang baru.Barang bekas pun tidak selamanya jelek,using,kotor,bau,dll.Jika kita ingin mengolah barang bekas apapun tentu kita memiliki standar/ukuran sendiri tentang objek yang akan diolah bukan?Maka dari itu kita harus pandai mengolah barang bekas itu agar terlihat lebih baik dan tentunya dapat lebih bermanfaat.Nah,begitu juga dengan saya…..

Obrak-abrik lemari

Siang itu aku menonton sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta yang membahas topik “tas”.Dalam acara itu dibahas mengenai tas-tas dengan merek termahal didunia,bagaimana cara merawat tas,dan hal-hal serta tips-tips memilih tas.Menjelang penghunjung acara ditayangkan seorang gadis yang membuat tas dengan tangannya sendiri,yaitu menggunakan celana atau rok jins bekas.Kebanyakan dengan rok pendek bekas yang dijahit bawahnya lalu diberi tali tasnya sendiri dan dihiasi pernak-pernik sesuai dengan kreatifitas sendiri.

Entah mengapa hal yang dilakukan oleh orang itu sangatlah berkesan untukku.Tak lama setelah acara tv itu pun aku memikirkan sesuatu hal yang sama bahwa tas jins itu keren dan aku langsung mengobrak-abrik lemari untuk mencari celana jins yang tidak terpakai lagi.Akhirnya aku menemukan sebuah celana jins hitam yang sudah rusak pada bagian kancingnya,lagi pula warnanya sudah pudar juga.Lalu otakku mulai berputar dan berimajinasi.

Gunting,pensil,penggaris,benang dan jarum sudah berada disampingku.Mulaiku potong celana bagian kaki sebelah kanan,lalu ku ukur panjangnya,kutandai dengan pensil,dan terakhir ku potong.Setelah pembongkaran dan pola sudah jadi aku mulai menjahit dengan tanganku sendiri mengikuti pola yang telah kubuat.Tidak seperti orang ditv tadi yang menjahit dengan mesin jahit,karena keterbatasan alat jadi aku menjahit dengan tanganku sendiri,menggunakan benang jahit biasa serta jarum jahit biasa.Banyak juga jarum yang tak sengaja tertanam dikulitku hingga membuatku menjerit kaget,kesukaran disini ialah aku harus menjahit bahan jins dengan jarum jahit biasa karena ketebalan bahan jins mengharuskan aku  mengeluarkan tenaga ekstra untuk menembusnya.

Bagian tasnya sudah jadi dan selanjutnya membuat talinya dengan bahan jins yang tersisa.Pada hiasan tasku sendiri,aku tidaklah menggunakan pernak-pernik yang lucu dan imut seperti orang itu,aku merasa tas yang “girly” itu tidak cocok dengan aku yang senang dengan ransel ketika kesekolah hingga bangku kuliah.Ku ambil pisau karter lalu menyayat-nyayat sekeliling pinggir pinggir tasku itu,hingga menjadi rombeng.Dan seperti inilah bentuk tas pertamaku itu :

Camera 360

Dapat dilihat diatas,sebuah tas yang sangat teridentifikasi bahwa itu adalah celana bagian kaki sebelah tangan yang ku sulap menjadi seperti gambar itu.Mungkin keindahan dan kelayakan tas itu tidak semua orang setuju,namun aku sangatlah percaya diri untuk memakainya karena I made it by my hand and that one is my amazing bag ever”.Pernah aku memakainya sekali saat kuliah semester II dan dengan bangganya aku menunjukkan karyaku ini,tapi aku tak terlalu perduli dengan penilaian orang karena aku merasa selama aku tidak melanggar perintah Tuhanku maka aku melakukan kebaikan.

Coba Warna Lain

 Pembuatan tas bertitle bekas pun tak berhenti sampai satu tas saja,karena aku belum puas dengan warna hitam pudar itu.Bagian kaki sebelah kiri masih belum digunakan sehingga aku membuat pola yang sama pada tasku yang kedua itu,hanya warnanya saja yang beda.Untuk mendapatkan warna yang berbeda aku menemukan ide dari pengalamanku ketika sekolah dulu.Mama selalu mencuci seragam putih anak-anaknya dengan pemutih pakaian agar kembali putih bersinar.Nah dari situlah aku berfikir bagaimana kalau kurendam saja tas keduaku ini dengan pemutih pakaian,siapa tau luntur dan warna yang berbeda bisa kudapatkan.

Satu hari,warna jins pada tas yang kurendam belum terlihat luntur.Masuk pada hari kedua aku mengganti air rendaman dengan yang baru,yang lebih banyak cairan pemutihnya.Hari ketiga mulai terlihat pudaran pada jins dan air rendaman agak kekuningan.Hari keempat warna semakin luntur hingga pada hari kelima aku merasa warna yang keren sudah kudapatkan.Disini setiap hari air rendaman ku ganti agar cairan pemutih selalu baru sehingga membuat jins cepat memudar.Jangan lupa untuk mencuci tas yang sudah lima hari kurendam itu supaya bau menyengat dari pemutih bisa hilang,kalau perlu di rendam juga dengan pewangi pakaian.

Setelah kucuci lalu dijemur dan hasil dari perubahan warna baru bisa dinikmati pada hari keenam pasca pembuatan tas.Inilah hasil karya tasku yang kedua :

Camera 360

Bedanya dengan tas pertamaku ialah corak,warna serta tanpa hiasan sayatan pada sekeliling tas.Ku buat tas ini agar tidak terlalu rock and roll,tapi tetap keren dan simple aja.Aku orang yang tidak terlalu ribet,kadang jika berpergian tidak membawa tas namun aku semakin berumur dan menyadari bahwa tas itu penting demi kemanan barang yang kubawa jadi aku sekarang ini lebih sering memakai tas.Tidak begitu menarik dan bernilai untuk dijual aku rasa,tetapi keunikan disetiap tusukan jarum pada tas itu menanamkan kepercayaan diri.Tidak hanya itu,dalam pembuatan tas ini,aku dilatih untuk lebih bersabar,berusaha,mengembangkan ideku,mencoba hal-hal yang tak pernah kusangka seperti merendam dengan pemutih pakaian itu membuat aku menjadi lebih menghargai buatan tanganku.Untuk kuat tidaknya tas itu jangan khawatir,karena aku mendouble bahkan mentriple jahitanku pada setiap sisi agar lebih kuat dan aman.

“Siapa yang punya celana jins bekas?.Minta donk”.

Bulan maret lalu sepulang dari kampung halaman setelah liburan semester,aku dihubungi oleh kakak tingkatku yang aku kenal dari teater.”Uwi,bisa bikinini aku tas gak?Yang biasa aja gak papa,untuk dua atau tiga buku aja”,pintanya padaku via sms.Karena aku pernah memakai tas buatanku ketika latiha,dari situlah dia tahu kalau aku bisa menjahit tas.Sebelum menyanggupi permintaannya,aku menjelaskan bahwa jahitanku tidaklah bagus dan baha yang kugunakan jugalah jins bekas tetapi dia tetap menerimanya dan deadlineku adalah sebulan.

Sungguh aku bingung pada pola yang akan aku buat,karena ini akan dipakai oleh cowok takutnya tidak sesuai dengan apa yang diingikannya.Lebih jelasnya yaitu aku adalah seorang perempuan meski aku tidaklah girly tetapi mesti ada unsur motif atau gaya cewek pada tasku.Tapi itu bukanlah hambatan karena aku yakin tanganku bisa menghasilkan sesuatu.

“Siapa yang punya celana jins bekas?.Minta donk..kalau ada besok bawa ya”,pintaku ke teman-teman melalui sms.Setelah teman-teman memberikan bahan baku yang aku butuhkan,akhirnya aku mulai menuangkan imajinasiku ke bahan bekas itu.Pertama ku bongkar jahitan pada celana sehingga membentuk lebar pada bagian kaki kanan dan kiri.Aku mulai menggaris dan mengukur berapa banyak kain hingga membentuk pola tas ransel seperti yang aku imajinasikan.Pada tas ketiga ini aku memerlukan dua celana jins karena untuk tas ransel membutuhkan banyak potongan,memanfaatkan warna jins biru dan abu-abu.

Sebelum kujahit aku mempola dan merangkai dengan menusukkan jarum pentul agar terbentuk sehingga memudahkan aku dalam menjahitnya.Kali ini aku sudah membeli jarum dan benang khusus menjahit jins dan membuat aku lebih mudah.Kucicil jahitannya dari hari kehari,meski kuakui kadang-kadang aku menjahit sesuai dengan moodku pada hari itu.Bagias tas sudah jadi dan aku tinggal menjahit tali tasnya,karena aku hanya memanfaatkan bahan jins bekas dan keterbatasan alat membuat aku menggunakan warna abu-abu untuk talinya.Jahitannya kurang rapi karena ketika menjahit bagian ujung tali aku harus menjahit searah,sehingga benangnya terlihat berantakan.

Akhirnya tas ransel pertamaku jadi dengan campuran biru muda dan abu-abu itu kuselesaikan awal april kemarin.Nah bisa dilihat disini hasil dari jahitanku :

Camera 360Camera 360

Terlihat bukan jahitan yang tidak rapi dan model tas yang menyerupai tas cewek?.Aku belum bisa mendengar komentar dari kakakku itu karena dia belum bisa mengambilnya.Sempat dia memintaku mengkalkulasikan biaya yang habis dalam pembuatan tas pesanannya itu,namun disini aku tidak mengeluarkan biaya dalam pembuatannya karena bahan pokoknya ialah celana jins bekas.Yah paling jarum,benang dan kancingnya saja tapi itu juga tidak lebih dari Rp 10.000.

Jujur ketika dia meminta aku untuk membuatkan tas,ada perasaan bangga dan senang karena buatan tanganku dipercaya oleh orang lain untuk menggunakannya.Entah apa komentar dari dia tetapi proses yang aku alami ini sangatlah memberikan pengaruh positif.”Wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut”, menurut Joseph C. Schumpeter.Dari pengertian ahli tersebut,aku mengartikan kata keuntungan yang aku dapatkan berupa kepercayaan diri yang bertambah karena dipercaya oleh orang lain,pengembangan ide dalam mencoba sesuatu yang baru yaitu pembuatan ransel yang tak pernah aku buat dan kesabaran meski tertusuk jarum hingga luka.Masih teringat dibenakku,apa yang disampaikan oleh orang yang aku anggap menjadi inspirasiku,“Berkaryalah dgn jujur dan “kamu banget”. Maka kamu akan menyenangkan Tuhanmu. Mungkin kamu tak dpt duit dari karyamu, tp dari lain2mu”.(DonPetruk Corleoncuk,@sudjiwotedjo).Apa yang beliau kemukakan dapat aku rasakan,meski aku tak dapat materi dari apa yang aku hasilkan namun ada yang lebih penting dari materi itu sendiri yaitu sebuah KEPERCAYAAN !.

Alhamdulillah nikmat Sang Pemberi Manfaat tiada henti-hentinya,apa yang aku sharing disini berupa ide,pengalaman,dll disini itu semua berkah dari Sayangku,Rabb.Ide pembuatan tas disini aku dapatkan dari acara tv,bisa dibilang aku mencontek tetapi aku tidak menelannya mentah-mentah karena aku bisa menghasilkan karya yang didasari dari inovasi dan kreativitasku sendiri.Tidak ada yang menciptakan didunia ini keculi Allah SWT,manusia hanya menemukan,semua yang kita miliki ini adalah milik Tuhan maka manfaatkanlah apa yang Tuhan tebarkan didunia ini.Tidak harus sesuatu yang baru tetapi yang bekas juga bisa kita olah menjadi yang baru.Mari kita manfaatkan dan membuat sesuatu yang “gila”.

 599963_443153909040453_1724186521_n

 

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah swt kepadamu. Adakah pencipta selain Allah swt yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (Q.S. Faathir: 3)

Mawaddah Dwi Kurniasih

11013065

Kewirausahaan  (Tugas Perkuliahan ke-3)

Fakultas Psikologi UAD

4 thoughts on “Bekas? Bisa Jadi Baru~

    • ayo kumpulkan celana jinsnya gak gak kepake trus dicoba bareng pasti kreasi sendiri sesuai selera dan mengasah kekreatifan kita :))
      kalau maen wajan ayo uwi siaaappp hahaa

    • bisa aja kalau kita kumpulkan bahan pokoknya (jins bekas),masalah bisa jahit atau ndak itu bisa diatur hahaha…
      pernak-pernik tergantung selera dan kreatifitas,gak ada yang gak bisa didunia ini.
      hahhaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s