Menyongsong kematian

Menyongsong kematian

Langit tak merintikkan air mata
Angin juga tak meraung-raung
Hanya kamboja yang mengusap air mata mereka
meninggalkan jejak pada peristirahatan dunia

Aku telanjang menelan bumi
semasa hidup merindukanMu Ilahi
meninggalkan dunia yang salah kaprah
tentang gerbang menuju pangkuanMU

Memang sudah saatnya kembali ke rumah
Bersama diriMu kebahagiaan mutlak
DariMu kembali padaMU
Tak ada duka

Karena semulanya
Menyongsong kematian

April 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s